Ibu Hamil, Bersalin, Nifas

Ibu Hamil, Bersalin, Nifas

Ibu Hamil, Bersalin, Nifas | Puskesmas Sepanjangjaya
Ilustrasi Klaster Default

LAYANAN KESEHATAN IBU HAMIL, BERSALIN, DAN NIFAS DI PUSKESMAS SEPANJANG JAYA

Layanan Kesehatan Ibu Hamil di Puskesmas Sepanjang Jaya adalah pelayanan pemeriksaan yang ditujukan kepada ibu hamil untuk memastikan bahwa ibu serta janin dalam kondisi sehat selama masa kehamilan. Layanan ini mencakup identifikasi risiko, pencegahan komplikasi kehamilan, serta edukasi dan promosi kesehatan. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi kondisi kehamilan secara dini, terutama apabila ada kecenderungan terjadi kehamilan berisiko tinggi di wilayah kerja Puskesmas Sepanjang Jaya.

 

JADWAL PEMERIKSAAN KEHAMILAN

Pemeriksaan ibu hamil dilakukan secara berkala minimal 6 kali selama kehamilan serta mencakup pemeriksaan USG oleh dokter, dengan rincian:

  • 1 kali pada Trimester 1 (usia kehamilan 0–12 minggu).

  • 2 kali pada Trimester 2 (usia kehamilan > 12–24 minggu).

  • 3 kali pada Trimester 3 (usia kehamilan > 24 minggu sampai persalinan).

PELAYANAN KESEHATAN IBU HAMIL (PEMERIKSAAN 10 T PLUS USG)

  1. Timbang Berat Badan dan Ukur Tinggi Badan: Memantau pertambahan berat badan ideal ibu.

  2. Ukur Tekanan Darah: Mendeteksi risiko hipertensi dalam kehamilan (preeklamsia).

  3. Ukur Lingkar Lengan Atas (LILA): Skrining risiko Kurang Energi Kronis (KEK).

  4. Pemeriksaan Tinggi Fundus Uteri (TFU): Menilai pertumbuhan janin sesuai usia kehamilan.

  5. Penentuan Letak/Posisi Janin dan Denyut Jantung Janin (DJJ): Memantau kesejahteraan janin.

  6. Pemberian Imunisasi Tetanus dan Tablet Tambah Darah (TTD): Pencegahan tetanus neonatorum dan anemia.

  7. Pemeriksaan Laboratorium: Skrining kadar Hb, gol darah, triple eliminasi (HIV, Sifilis, Hepatitis B), dan urine.

  8. Tata Laksana Kasus: Penanganan medis awal jika ditemukan masalah kesehatan.

  9. Temu Wicara / Konseling: Edukasi gizi, persiapan persalinan, dan Tanda Bahaya Kehamilan.

  10. USG Obstetri Dasar Terbatas: Oleh dokter Puskesmas Sepanjang Jaya untuk konfirmasi kehamilan dan memantau tumbuh kembang janin.

Dengan pemantauan berkala yang dilakukan kepada ibu hamil di Puskesmas Sepanjang Jaya, hal ini menjadi salah satu solusi nyata dalam mendukung penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Selain terpantau ketat selama kehamilan, proses persalinan pun disiapkan agar ditangani oleh tenaga medis terlatih di fasilitas pelayanan kesehatan.

Tim Yang Handal

Kami memiliki tim yang cepat tanggap dan siap melayani dengan sepenuh hati.

Tenaga Berpengalaman

Ditangani langsung oleh staf ahli, dokter, dan perawat profesional.

Pelayanan Optimal

Siap siaga memberikan pelayanan terbaik untuk kondisi kegawatdaruratan.

Frequently Asked Questions

A: Ya, Puskesmas melayani peserta BPJS Kesehatan khusus untuk berobat jalan. Bagi pemegang KTP Kota Bekasi, layanan ini gratis. Sementara itu, bagi pasien dengan KTP luar Kota Bekasi, dikenakan biaya retribusi sebesar Rp25.000 (belum termasuk biaya penunjang medis lainnya).

A: Ya, pasien dapat mendaftar secara online melalui situs resmi Puskesmas Sepanjangjaya di puskesmassepanjangjaya.com. Namun, pendaftaran online untuk pasien BPJS belum tersedia karena masih dalam tahap persiapan kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

A: Konsultasi kesehatan gigi, penambalan, pencabutan, dan pembersihan karang gigi.

A: Untuk saat ini, rujukan spesialis hanya berlaku bagi pasien umum (berbayar). Puskesmas belum bekerja sama dengan BPJS, sehingga memiliki keterbatasan untuk mengeluarkan rujukan spesialis menggunakan BPJS.

A: Bisa, setiap hari kerja.

A: Setiap hari Senin sampai Kamis.

A: Setiap hari Rabu.

A: Ya, Puskesmas Sepanjangjaya melayani pembuatan Surat Keterangan Tidak Buta Warna.

A: Setiap hari Kamis.

A: Hipertensi, diabetes melitus, asam urat, dan kolesterol, yang didasarkan pada diagnosis dokter umum lalu dirujuk secara internal ke pelayanan kesehatan tradisional.

A: Setiap hari Selasa dan Rabu mulai pukul 07.30 hingga 10.30 WIB (untuk waktu pendaftaran).

A: Layanan imunisasi di puskesmas tidak dipungut biaya (gratis) dengan syarat membawa identitas diri (NIK Kota Bekasi) dan Buku KIA.

A: Wajib membawa Buku KIA. Berdasarkan peraturan daerah, akan dikenakan tarif retribusi sebesar Rp25.000 untuk pasien dengan KK luar Kota Bekasi.

A: Bisa. Bagi bayi yang belum mempunyai identitas resmi, pendaftaran dapat menggunakan tanggal lahir bayi, dengan syarat orang tua tetap membawa KTP atau Kartu Keluarga Kota Bekasi. Sambil menunggu proses pembuatan identitas anak selesai, imunisasi dapat dilakukan di puskesmas maupun posyandu.

A: Tes IVA sangat disarankan bagi setiap wanita yang sudah menikah atau aktif secara seksual, terutama yang berusia antara 30 hingga 50 tahun.

A: Pastikan tidak sedang hamil, tidak sedang menstruasi/haid, dan tidak melakukan hubungan intim setidaknya 24 jam sebelum jadwal pemeriksaan.

A: Prosedur tes IVA umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, hanya akan terasa sedikit tidak nyaman atau kram ringan saat alat spekulum (cocor bebek) dipasang dan cairan dioleskan.

A: Belum tentu. Hasil positif berarti ditemukan bercak putih saat dioleskan asam asetat, yang mengindikasikan adanya lesi pra-kanker. Ini adalah peringatan dini agar sel abnormal tersebut segera ditangani sebelum berkembang menjadi kanker. Biasanya dokter atau bidan akan merekomendasikan pemeriksaan lanjutan seperti Pap Smear, Tes DNA HPV, atau kolposkopi.

A: Tes-tes tersebut sama-sama merupakan metode skrining lini pertama. Tes IVA memberikan hasil yang lebih cepat (dapat diketahui dalam 2–5 menit), sedangkan sampel Pap Smear harus dikirim terlebih dahulu ke laboratorium.

A: Tidak. Tes ini hanya menunjukkan kondisi leher rahim pada saat pemeriksaan dilakukan. Hasil IVA negatif berarti leher rahim tampak normal, licin, dan berwarna merah muda tanpa tanda lesi pra-kanker. Anda tetap disarankan untuk melakukan tes ulang secara berkala setiap 3–5 tahun sekali.

A: Bila pasien mendapatkan obat antibiotik wajib dihabiskan untuk mencegah resistensi bakteri, meski kondisi tubuh membaik. Bila bukan antibiotik di minum jika masih terdapat keluhan

A: Obat penurun darah tinggi wajib diminum secara rutin pada waktu yang sama (idealnya dalam keadaan perut kosong) agar kadar obat di dalam darah selalu stabil. Ketepatan waktu ini memastikan tekanan darah tetap terkontrol sepanjang hari, mencegah lonjakan mendadak, serta menghindari risiko fatal seperti stroke dan serangan jantung akibat fluktuasi tekanan darah.