Semua Artikel

Informasi Kegiatan

Kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS)
10 August 2026
Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS)

Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahun 2026 di UPTD Puskesmas Sepanjangjaya Lindungi Anak, Lengkapi Imunisasi, Wujudkan Generasi Sehat dan Berkualitas Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) merupakan kegiatan pemberian imunisasi lanjutan kepada anak usia sekolah yang dilaksanakan secara rutin sebagai salah satu upaya pemerintah dalam mempertahankan dan meningkatkan perlindungan anak terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Pada bulan Agustus 2026, UPTD Puskesmas Sepanjangjaya turut melaksanakan kegiatan BIAS bagi anak usia sekolah di wilayah kerja Puskesmas Sepanjangjaya. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan anak sekaligus mendukung terciptanya generasi yang sehat, aktif, dan produktif. Sasaran Imunisasi BIAS Pelaksanaan BIAS tahun 2026 menyasar peserta didik pada jenjang pendidikan tertentu, antara lain: Kelas 1 SD/MI mendapatkan imunisasi MR (Measles-Rubella) untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit campak dan rubella. Kelas 5 dan 6 SD/MI serta kelas 9 SMP/MTs mendapatkan imunisasi HPV (Human Papillomavirus) sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit yang disebabkan oleh infeksi HPV, termasuk kanker serviks di kemudian hari. Pemberian imunisasi dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan memperhatikan prosedur pelayanan imunisasi yang aman dan sesuai ketentuan. Mengapa Imunisasi BIAS Penting? Imunisasi tidak hanya memberikan perlindungan kepada anak yang menerima vaksin, tetapi juga membantu membentuk kekebalan kelompok di lingkungan sekolah dan masyarakat. Dengan cakupan imunisasi yang baik, risiko terjadinya penularan penyakit dapat ditekan. Kegiatan BIAS juga merupakan bentuk perlindungan kesehatan jangka panjang bagi anak. Khusus imunisasi HPV, pemberian vaksin pada usia sekolah merupakan langkah pencegahan sejak dini terhadap infeksi HPV yang dapat menyebabkan berbagai penyakit, termasuk kanker serviks. Peran Orang Tua dan Sekolah Keberhasilan pelaksanaan BIAS membutuhkan dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak, terutama orang tua, sekolah, dan tenaga kesehatan. Orang tua diharapkan memberikan dukungan kepada anak untuk mengikuti kegiatan imunisasi sesuai jadwal yang telah ditentukan. Sementara itu, pihak sekolah berperan dalam membantu memberikan informasi kepada peserta didik dan orang tua serta mendukung kelancaran pelaksanaan imunisasi di lingkungan sekolah. Bersama Lindungi Generasi Masa Depan UPTD Puskesmas Sepanjangjaya mengajak seluruh orang tua, sekolah, dan masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahun 2026. Mari pastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan dan memberikan perlindungan terbaik sejak dini. Imunisasi lengkap, anak sehat, belajar lebih nyaman, dan tumbuh menjadi generasi yang berkualitas. UPTD Puskesmas Sepanjangjaya Ceria Melayani, Profesional, Berintegritas

BACA SELENGKAPNYA
Kegiatan Menuju Bekasi Sehat: Mengenal Integrasi Layanan Primer (ILP) di Puskesmas Sepanjang Jaya
23 July 2026
Menuju Bekasi Sehat: Mengenal Integrasi Layanan Primer (ILP) di Puskesmas Sepanjang Jaya

Transformasi pelayanan kesehatan tingkat pertama di Indonesia kini makin nyata. Sebagai salah satu garda terdepan di wilayah perkotaan Kota Bekasi, Puskesmas Sepanjang Jaya (Kecamatan Rawalumbu) secara aktif mengimplementasikan Integrasi Layanan Primer (ILP). Melalui pendekatan berbasis siklus hidup—mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, dewasa, hingga lansia—Puskesmas Sepanjang Jaya berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang lebih terpadu, berkesinambungan, dan mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. 1. Manajemen Inti: Pondasi Penggerak Layanan Di balik pelayanan kesehatan yang prima, terdapat Manajemen Inti yang bekerja di belakang layar. Sistem pengelolaan terintegrasi ini mencakup: Pengembangan SDM & Logistik Medis: Menjamin kelengkapan obat, alat kesehatan, dan kompetensi tenaga medis. Manajemen Mutu & Keuangan: Pengendalian kualitas pelayanan demi keselamatan pasien. Sistem Informasi & Arsip Digital: Mengelola data kesehatan masyarakat secara rapi, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan. Untuk mendukung keterpaduan data, Puskesmas Sepanjang Jaya memanfaatkan digitalisasi dokumen mutu serta Rekam Medis Elektronik (RME) yang terintegrasi langsung dengan platform SATUSEHAT Kementerian Kesehatan RI. 2. Layanan Kesehatan Ibu Hamil, Bersalin, dan Nifas Pencegahan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) menjadi fokus utama dalam Klaster Kesehatan Ibu dan Anak. Puskesmas Sepanjang Jaya memfasilitasi pemeriksaan kehamilan berkala minimal 6 kali selama masa kehamilan, yang dilengkapi dengan pemeriksaan 10T dan USG Obstetri Dasar Terbatas oleh dokter. (Gambar Infografis/Foto Kegiatan 2 dimasukkan di sini) Jadwal Pemeriksaan Kehamilan Ideal: Trimester 1 (0–12 minggu): 1 Kali (Termasuk USG oleh dokter) Trimester 2 (>12–24 minggu): 2 Kali Trimester 3 (>24 minggu–persalinan): 3 Kali (Termasuk USG oleh dokter) 3. Layanan Imunisasi Lengkap untuk Balita & Anak Prasekolah Penyakit menular pada anak dapat dicegah secara efektif melalui pemberian imunisasi rutin. Dalam kerangka ILP, layanan imunisasi dasar dan lanjutan dapat diakses secara GRATIS di Puskesmas Sepanjang Jaya maupun jaringan Posyandu ILP terdekat. Jenis Imunisasi yang Tersedia: Hepatitis B (HB-0) & BCG: Perlindungan awal bayi baru lahir dan pencegahan TBC. Polio (OPV & IPV): Pencegahan kelumpuhan akibat virus polio. DPT-HB-Hib: Perlindungan dari difteri, tetanus, pertusis, hepatitis B, dan meningitis. PCV & Rotavirus: Pencegahan infeksi radang paru (pneumonia) dan diare berat. Campak-Rubella (MR): Dosis dasar dan booster usia balita. Mari Wujudkan Masyarakat Sepanjang Jaya yang Sehat dan Sejahtera! Dengan sistem manajemen yang transparan, layanan digital berbasis siklus hidup, dan tenaga kesehatan yang berdedikasi, Puskesmas Sepanjang Jaya siap menjadi mitra kesehatan keluarga Anda. Yuk, manfaatkan fasilitas dan layanan kesehatan primer secara rutin! Jangan ragu untuk berkonsultasi dan memeriksakan kesehatan diri serta keluarga di Puskesmas Sepanjang Jaya.

BACA SELENGKAPNYA
Kegiatan Menggandeng Generasi Z: Sukses Aksi Serentak "Friday Glow Up" Puskesmas Sepanjangjaya di Sekolah-Sekolah Wilayah Kerja
16 July 2026
Menggandeng Generasi Z: Sukses Aksi Serentak "Friday Glow Up" Puskesmas Sepanjangjaya di Sekolah-Sekolah Wilayah Kerja

Latar Belakang: Menatap Ancaman Tersembunyi pada Remaja Putri Masalah kesehatan masyarakat tidak pernah benar-benar sederhana. Di balik keceriaan wajah remaja putri usia sekolah menengah (SMP dan SMA) di wilayah kerja Puskesmas Sepanjangjaya, tersimpan sebuah tantangan klinis yang memerlukan perhatian serius: Anemia Defisiensi Besi. Data nasional menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada remaja putri masih tergolong tinggi. Kondisi ini bukan sekadar urusan wajah pucat atau rasa lemas biasa; anemia pada usia pertumbuhan berisiko menurunkan konsentrasi belajar, menurunkan imunitas tubuh, hingga dalam jangka panjang berdampak pada risiko kesehatan saat mereka kelak menjadi ibu. Menyadari urgensi tersebut, Puskesmas Sepanjangjaya meluncurkan sebuah inovasi program preventif terintegrasi bertajuk "Friday Glow Up". Program ini bukan sekadar pembagian suplemen massal biasa, melainkan sebuah gerakan kultural yang mengemas kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) menjadi sebuah tren gaya hidup sehat yang menyenangkan bagi Generasi Z. Pelaksanaan Kegiatan di Lapangan Sepanjang bulan ini, tim promosi kesehatan (Promkes) bersama unit pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR) Puskesmas Sepanjangjaya bergerak secara serentak mengunjungi sekolah-sekolah di wilayah Kelurahan Sepanjangjaya. Salah satu titik utama pelaksanaan adalah di beberapa SMP dan SMA negeri maupun swasta setempat. Setiap hari Jumat pagi, suasana sekolah yang biasanya diawali dengan literasi atau senam bersama, kini ditambahkan dengan ritual sehat "Friday Glow Up". Kegiatan diawali dengan edukasi singkat interaktif mengenai pentingnya zat besi bagi tubuh remaja. Tim Puskesmas memaparkan materi dengan pendekatan kekinian—menjelaskan bahwa kata "Glow Up" tidak hanya datang dari produk perawatan kulit luar (skincare), melainkan dari sirkulasi hemoglobin ($Hb$) yang optimal di dalam darah. Hemoglobin yang cukup memastikan oksigen terdistribusi dengan baik ke seluruh tubuh, membuat wajah tampak segar alami (tidak pucat), rambut kuat, dan konsentrasi belajar tetap tajam. Setelah sesi edukasi, seluruh remaja putri di sekolah tersebut bersama-sama meminum satu Tablet Tambah Darah yang telah didistribusikan sebelumnya. Untuk meminimalkan efek samping mual yang kadang muncul, para siswi disarankan meminumnya setelah sarapan pagi atau bersama dengan buah yang kaya vitamin C. Digitalisasi Pemantauan: Lembar Kendali Elektronik Salah satu tantangan terbesar dari program TTD di tahun-tahun sebelumnya adalah rendahnya kepatuhan (compliance rate) akibat siswi yang lupa atau sengaja tidak meminum suplemen karena rasa besi yang kurang nyaman. Puskesmas Sepanjangjaya memecahkan masalah ini dengan memanfaatkan teknologi digital. Setiap siswi diberikan akses ke platform mandiri Friday Glow Up Digital. Melalui halaman ini, setiap remaja putri diwajibkan melakukan pelaporan mandiri setiap pekan. Mereka cukup memasukkan Nama, NIK untuk validasi, Asal Sekolah, Kelas, dan mencentang status kepatuhan minum obat dari Pekan 1 hingga Pekan 4 pada bulan berjalan. Sistem ini juga dilengkapi dengan proteksi cookie dan validasi basis data terintegrasi guna memastikan data yang dilaporkan akurat, tidak duplikat, dan bebas dari spam. Hasil Akhir dan Rencana Ke Depan Dari evaluasi kegiatan bulan ini, tercatat peningkatan grafik kepatuhan konsumsi TTD yang signifikan, mencapai lebih dari 85% dari total populasi sasaran remaja putri di sekolah-sekolah yang dikunjungi. Pihak sekolah, mulai dari kepala sekolah hingga guru UKS, memberikan apresiasi yang luar biasa karena program ini dibungkus dengan cara yang relevan dengan dunia remaja hari ini. Puskesmas Sepanjangjaya berkomitmen untuk terus mengawal kegiatan "Friday Glow Up" ini secara konsisten sepanjang tahun. Harapan besarnya, melalui kolaborasi aktif antara institusi kesehatan, pihak sekolah, dan kesadaran digital dari para siswi, kita dapat melahirkan generasi muda wanita yang sehat, cerdas, berenergi, dan terbebas dari belenggu anemia.

BACA SELENGKAPNYA

Informasi Kesehatan

Info Kesehatan hantavirus
17 July 2026
hantavirus

pennyakit tikus

BACA SELENGKAPNYA
Info Kesehatan Mengenal Anemia pada Remaja: Mengapa Zat Besi Menjadi Kunci Konsentrasi Belajar dan Stamina Harian Anda?
16 July 2026
Mengenal Anemia pada Remaja: Mengapa Zat Besi Menjadi Kunci Konsentrasi Belajar dan Stamina Harian Anda?

Apa Itu Anemia dan Mengapa Sering Menyerang Remaja? Pernahkah Anda atau anak remaja Anda mengeluhkan rasa kantuk yang tidak kunjung hilang di kelas, badan terasa lemas padahal waktu tidur sudah cukup, atau mendadak pusing saat bangkit berdiri secara cepat? Di dunia medis, gejala-gejala klasik ini sering kali merujuk pada satu kondisi: Anemia. Secara definisi medis, anemia adalah suatu kondisi di mana jumlah sel darah merah (eritrosit) atau konsentrasi hemoglobin ($Hb$) di dalamnya berada di bawah standar normal tubuh. Hemoglobin sendiri merupakan protein kaya zat besi yang bertanggung jawab memberikan warna merah pada darah dan memiliki fungsi vital mengikat oksigen dari paru-paru untuk diedarkan ke seluruh jaringan tubuh, termasuk otak dan otot. Remaja, khususnya remaja putri, menempati urutan tertinggi sebagai kelompok yang paling rentan mengalami anemia. Ada dua alasan fisiologis utama di balik fenomena ini: Fase Pertumbuhan Cepat (Growth Spurt): Masa remaja adalah masa di mana tubuh mengalami percepatan pertumbuhan biologis yang luar biasa. Tubuh membutuhkan pasokan gizi dan zat besi yang jauh lebih besar untuk membangun jaringan otot baru dan meningkatkan volume darah. Siklus Menstruasi: Remaja putri kehilangan sejumlah darah (dan otomatis kehilangan zat besi) setiap bulannya melalui siklus menstruasi. Jika kehilangan ini tidak diimbangi dengan asupan nutrisi pengganti yang cukup, cadangan zat besi di dalam tubuh akan terkuras habis (iron depletion). Dampak Anemia Terhadap Performa Akademik dan Aktivitas Banyak orang salah mengira bahwa anemia hanyalah masalah "lemas biasa" yang akan hilang dengan sendirinya. Faktanya, anemia memiliki efek domino yang merusak produktivitas harian seorang remaja: Penurunan Konsentrasi Otak: Ketika kadar hemoglobin rendah, otak adalah organ pertama yang mengalami penurunan suplai oksigen. Dampaknya adalah berkurangnya kemampuan kognitif, sulit fokus saat mendengarkan pelajaran, daya ingat melemah, dan cepat merasa lelah secara mental. Penurunan Imunitas Tubuh: Zat besi berperan penting dalam pembentukan sel-sel sistem kekebalan tubuh. Remaja yang menderita anemia cenderung lebih mudah terserang infeksi penyakit menular seperti batuk, pilek, dan flu. Stamina Fisik Merosot: Untuk remaja yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler atau olahraga, anemia membuat pasokan oksigen ke jaringan otot berkurang drastis, mengakibatkan napas pendek dan kelelahan fisik yang datang jauh lebih cepat. Strategi Pencegahan dan Manajemen Nutrisi Kabar baiknya, anemia defisiensi besi adalah kondisi yang sangat bisa dicegah dan disembuhkan. Langkah utamanya adalah dengan memperbaiki pola makan sehari-hari dan memastikan kecukupan asupan mikronutrien zat besi. Sumber Zat Besi Jenis Nutrisi Contoh Makanan Tingkat Penyerapan oleh Tubuh Heme (Hewani) Zat besi organik Daging sapi merah, hati ayam/sapi, ikan, telur Sangat tinggi dan mudah diserap Non-Heme (Nabati) Zat besi anorganik Bayam, daun kelor, kacang-kacangan, tahu Lebih rendah (butuh bantuan Vitamin C) Tips Medis Penting: Untuk memaksimalkan penyerapan zat besi non-heme dari sayuran, konsumsilah bersamaan dengan buah-buahan yang kaya Vitamin C (seperti jeruk, jambu biji, atau stroberi). Sebaliknya, hindari minum teh, kopi, atau susu sesaat setelah makan makanan kaya zat besi, karena zat tanin dalam teh dan kalsium dalam susu dapat mengikat zat besi dan menggagalkan proses penyerapannya di usus. Peran Suplementasi: Tablet Tambah Darah (TTD) Dalam banyak kasus, pengaturan pola makan saja terkadang belum cukup untuk mengejar ketertinggalan defisit zat besi pada remaja yang sudah terlanjur mengalami anemia ringan atau sedang. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merekomendasikan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) yang mengandung zat besi murni setara Ferrous Fumarate atau Ferrous Gluconate berpadu dengan Asam Folat. Remaja putri dianjurkan meminum satu tablet secara rutin satu kali setiap pekan sepanjang tahun. Mengonsumsi TTD secara teratur merupakan langkah investasi kesehatan jangka panjang yang aman dan terbukti efektif secara klinis guna mempersiapkan generasi muda perempuan yang sehat, produktif, dan penuh vitalitas demi masa depan yang lebih cerah. Jika gejala anemia terasa menetap atau memburuk, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan kadar Hemoglobin ($Hb$) darah secara mandiri di laboratorium Puskesmas terdekat.

BACA SELENGKAPNYA
Frequently Asked Questions

A: Ya, Puskesmas melayani peserta BPJS Kesehatan khusus untuk berobat jalan. Bagi pemegang KTP Kota Bekasi, layanan ini gratis. Sementara itu, bagi pasien dengan KTP luar Kota Bekasi, dikenakan biaya retribusi sebesar Rp25.000 (belum termasuk biaya penunjang medis lainnya).

A: Ya, pasien dapat mendaftar secara online melalui situs resmi Puskesmas Sepanjangjaya di puskesmassepanjangjaya.com. Namun, pendaftaran online untuk pasien BPJS belum tersedia karena masih dalam tahap persiapan kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

A: Konsultasi kesehatan gigi, penambalan, pencabutan, dan pembersihan karang gigi.

A: Untuk saat ini, rujukan spesialis hanya berlaku bagi pasien umum (berbayar). Puskesmas belum bekerja sama dengan BPJS, sehingga memiliki keterbatasan untuk mengeluarkan rujukan spesialis menggunakan BPJS.

A: Bisa, setiap hari kerja.

A: Setiap hari Senin sampai Kamis.

A: Setiap hari Rabu.

A: Ya, Puskesmas Sepanjangjaya melayani pembuatan Surat Keterangan Tidak Buta Warna.

A: Setiap hari Kamis.

A: Hipertensi, diabetes melitus, asam urat, dan kolesterol, yang didasarkan pada diagnosis dokter umum lalu dirujuk secara internal ke pelayanan kesehatan tradisional.

A: Setiap hari Selasa dan Rabu mulai pukul 07.30 hingga 10.30 WIB (untuk waktu pendaftaran).

A: Layanan imunisasi di puskesmas tidak dipungut biaya (gratis) dengan syarat membawa identitas diri (NIK Kota Bekasi) dan Buku KIA.

A: Wajib membawa Buku KIA. Berdasarkan peraturan daerah, akan dikenakan tarif retribusi sebesar Rp25.000 untuk pasien dengan KK luar Kota Bekasi.

A: Bisa. Bagi bayi yang belum mempunyai identitas resmi, pendaftaran dapat menggunakan tanggal lahir bayi, dengan syarat orang tua tetap membawa KTP atau Kartu Keluarga Kota Bekasi. Sambil menunggu proses pembuatan identitas anak selesai, imunisasi dapat dilakukan di puskesmas maupun posyandu.

A: Tes IVA sangat disarankan bagi setiap wanita yang sudah menikah atau aktif secara seksual, terutama yang berusia antara 30 hingga 50 tahun.

A: Pastikan tidak sedang hamil, tidak sedang menstruasi/haid, dan tidak melakukan hubungan intim setidaknya 24 jam sebelum jadwal pemeriksaan.

A: Prosedur tes IVA umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, hanya akan terasa sedikit tidak nyaman atau kram ringan saat alat spekulum (cocor bebek) dipasang dan cairan dioleskan.

A: Belum tentu. Hasil positif berarti ditemukan bercak putih saat dioleskan asam asetat, yang mengindikasikan adanya lesi pra-kanker. Ini adalah peringatan dini agar sel abnormal tersebut segera ditangani sebelum berkembang menjadi kanker. Biasanya dokter atau bidan akan merekomendasikan pemeriksaan lanjutan seperti Pap Smear, Tes DNA HPV, atau kolposkopi.

A: Tes-tes tersebut sama-sama merupakan metode skrining lini pertama. Tes IVA memberikan hasil yang lebih cepat (dapat diketahui dalam 2–5 menit), sedangkan sampel Pap Smear harus dikirim terlebih dahulu ke laboratorium.

A: Tidak. Tes ini hanya menunjukkan kondisi leher rahim pada saat pemeriksaan dilakukan. Hasil IVA negatif berarti leher rahim tampak normal, licin, dan berwarna merah muda tanpa tanda lesi pra-kanker. Anda tetap disarankan untuk melakukan tes ulang secara berkala setiap 3–5 tahun sekali.

A: Bila pasien mendapatkan obat antibiotik wajib dihabiskan untuk mencegah resistensi bakteri, meski kondisi tubuh membaik. Bila bukan antibiotik di minum jika masih terdapat keluhan

A: Obat penurun darah tinggi wajib diminum secara rutin pada waktu yang sama (idealnya dalam keadaan perut kosong) agar kadar obat di dalam darah selalu stabil. Ketepatan waktu ini memastikan tekanan darah tetap terkontrol sepanjang hari, mencegah lonjakan mendadak, serta menghindari risiko fatal seperti stroke dan serangan jantung akibat fluktuasi tekanan darah.